Setelah menghabiskan bertahun-tahun mempelajari desa-desa pedesaan di Indonesia dan menganalisis sistem pasar mereka, Denica Flesch merasa resah. “Saya tidak merasa seperti saya membuat dampak – dampak nyata dan langsung,” kata Denica, yang tinggal di Jakarta. Dia menemukannya menelepon saat dia terhuyung-huyung ke dunia alat tenun dan pengerjaan. “Sebagai seorang ekonom, kita dilatih untuk melihat produksi sebagai isu skala. Handmade tampak … yah, tidak efisien, “katanya. “Namun begitulah saya, belajar tentang akar saya sendiri melalui cerita dan nilai yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Saya sadar bahwa pembangunan bukan hanya peningkatan PDB atau produktivitas, tapi budaya memainkan peran besar di dalamnya. ”
Pada tahun 2016, Denica mendirikan SukkhaCitta (@sukkhacitta), toko batik online kontemporer yang menghubungkan pengrajin dengan konsumen perkotaan. “Sistem saat ini membuat sangat sulit bagi perajin pedesaan untuk mencari nafkah dari kemampuan mereka,” katanya. “Dengan tidak memiliki kekuatan tawar-menawar atau akses ke pasar, mereka menjadi bagian industri yang paling terpinggirkan.” Denica mengatakan bahwa menggunakan garansi #MadeRight memberi konsumen pembungkus tebal, selendang dan kimono yang mereka cari sementara pengrajin dapat mulai bergerak keluar dari batas-batas Kemiskinan, mempromosikan kelestarian lingkungan dan mempertahankan budaya.
sumber
sumber


0 komentar:
Post a Comment