CONTOH PROPOSAL PELATIHAN PENGEMBANGAN SISTEM MSDM

thumbnail
CONTOH PROPOSAL PELATIHAN PENGEMBANGAN SISTEM MSDM 

1. PENGANTAR

    Salah satu faktor kritis dalam persaingan meraih keunggulan fungsi Sumber Daya Manusia dalam organisasi manapun baik bisnis maupun non profit, pemerintah ataupun swasta, adalah tingkat ketersediaan dan keandalan sumber daya manusia yang kompeten di bidang-bidang paling kritis pada saat dibutuhkan baik kualitatif dan kuantitatif.
   Seiring dengan perkembangan jaman dan untuk mencapai keunggulan SDM, maka telah terjadi perubahan fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia dari aktivitas personalia menjadi aktivitas pengeloaan SDM. Aktivitas manajemen SDM terkini tidak hanya melihat pegawai sebagai pekerja namun lebih kepada sebagai aset organisasi yang perlu dipelihara dan dikelola dengan baik. Dengan demikian organisasi perlu membangun Sistem Manajemen SDM terpadu yang sesuai dengan kebutuhan untuk mencapai visi organisasi dan keunggulan kompetitifnya.

2. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dari pelatihan ini adalah :
1. Meningkatan pengetahuan mengenai Sistem Manajemen SDM terpadu
2. Meningkatkan kemampuan peserta dalam merancang perencanaan kebutuhan tenaga kerja
3. Meningkatkan kemampuan peserta dalam mengukur beban kerja
4. Meningkatkan kemampuan peserta dalam penyusunan standar operasional prosedur
5. Meningkatkan pengetahuan peserta mengenai asesmen dan pemetaan kompetensi pegawai

3. MATERI PELATIHAN
Materi Pelatihan Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia Terpadu meliputi :
1. Pengantar Sistem MSDM (1 hari)
Pengantar sistem MSDM menjelaskan secara umum mengenai konsep Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia terpadu yang meliputi :
- Perencanaan kebutuhan tenaga kerja
- Rekrutmen dan seleksi
- Perencanaan karir
- Remunerasi
- Manajemen Kinerja
- Penghargaan dan Sanksi
- Pengembangan pegawai
- Terminasi
Proposal Pelatihan Pengembangan SIstem MSDM 2
UPT Pengembangan Manusia dan Organisasi ITB
Learn from the best to be the best
2. Penyusunan SOP dan Pengukuran Beban Kerja (2 hari)
Pembuatan Standar Operasional Prosedur merupakan tindak lanjut dari Sistem Manajemen SDM terpadu yang telah dikembangkan oleh organisasi. Materi ini mencakup :
- Penyusunan Job Description
- Penyusunan SOP
- Pengukuran Beban Kerja
Metode yang digunakan berupa :
- Kuliah pengantar
- Diskusi
- Studi kasus/simulasi
3. Asesmen dan Pemetaan Kompetensi Pegawai (1 hari)
Modul ini merupakan rangkaian dari proses pengembangan pegawai, materi meliputi :
- Pengantar asesmen
- Metode asesmen
- Pemetaan kompetensi pegawai
Metode yang digunakan berupa :
- Kuliah pengantar
- Diskusi
- Studi kasus/simulasi
- Demo

4. TARGET PESERTA
Semua pihak yang berkepentingan dalam pengembangan dan pelaksanaan Sistem Manajemen SDM Terpadu, termasuk pengambil kebijakan, praktisi SDM, dan staf bidang SDM dengan jumlah peserta Min. 5 orang / Max. 10 orang dalam satu kelas. Sesi pelatihan 4 hari (6 Jam/hari).

5. WAKTU DAN TEMPAT
Waktu Pelatihan : Sesuai dengan kesepakatan.
Tempat pelatihan : UPT. PMO ITB, Jl. Tamansari No. 73 Bandung

6. INVESTASI
Investasi adalah sebesar Rp 7.000.000,-/Orang (untuk 4 hari) , Investasi sudah termasuk :
Modul (sebanyak peserta)
Seminar Kit
Konsumsi pelatihan (1 kali makan siang, 2 kali coffe Break)
Proposal Pelatihan Pengembangan SIstem MSDM 3
UPT Pengembangan Manusia dan Organisasi ITB
Learn from the best to be the best
Penginapan selama 3 hari (termasuk makan pagi dan makan malam)
Sertifikat

7. FASILITATOR
1. Joko Siswanto, Ir,MPA,DR
Doktor bidang Human Resource Management, Fakultas Teknologi dan Manajemen Universitas Twente, Belanda.
Staf Pengajar Teknik Industri ITB
Praktisi ahli dalam bidang Sistem Manajemen SDM berbasis kompetensi, sistem asesmen dan pengembangan kompetensi dengan pengalaman antara lain sebagai berikut :
2006
• Ketua Tim & Tenaga Ahli Implementasi Manajemen SDM Berbasis Kompetensi: Sistem Manajemen Karir PT. Surveyor Indonesia, Jakarta
2005
• Ketua Tim & Tenaga Ahli, Implementasi Manajemen SDM berbasis Kompetensi di PT. TASPEN (Persero) dan Desember 2004 – April 2005 LAPI ITB (termasuk sistem manajemen/penilaian kinerja pegawai)
• Ketua Tim & Tenaga Ahli Perhitungan Beban Kerja Pegawai Kantor Pusat PT. Bank DKI (Kantoe Pusat & Cabang) dan LAPI ITB
2004
• Ketua Tim & Tenaga Ahli, Pengembangan Sistem Asessment Centre dan Sistem MSDM Berbasis Kompetensi & Kinerja ITB, P2T ITB & LAPI ITB (Termasuk Sistem Manajemen/Penilaian Kinerja Pegawai)
2002
• Koordinator Tim Focus Group Discussion ”Change Management and Counceling” untuk Pimpinan Puncak PT. Sucofindo Persero, Jakarta.
• Ketua Tim Asessment Kompetensi Individu Calon Vice President PT. SUCOFINDO (Persero)
2001
• Pengembangan Strategi, Proses Bisnis dan Struktur Organisasi Sepuluh Sektor Bisnis PT. SUCOFINDO, Advisor dan Koordinator Tim Asistensi Teknis.
• Evaluasi Kinerja Unit Pelaksana Teknis dan Laboratorium – Laboratorium BPPT dalam persiapan ”Spin Off” dan Penyusunan ”Business Plan”, Anggota Tim Bidang Organisasi dan Manajemen Usaha Baru, Proyek Bank Dunia untuk BPPT-LAPI ITB
2. Satiarsiatun, M.Psi
1998 – 2003 Master Psikologi Universitas Padjajaran Bandung.
2005 – sekarang Koordinator bidang asesmen di UPT PMO ITB
2006 – sekarang Asisten ahli Program I-MHERE ITB bidang Pengembangan Sistem Manajemen SDM
Proposal Pelatihan Pengembangan SIstem MSDM 4
UPT Pengembangan Manusia dan Organisasi ITB
Learn from the best to be the best
1999 - 2006 Pengajar Jurusan Psikologi Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Sunan Gunungdjati.
2004 Tenaga psikolog dalam proyek Percepatan Transformasi ITB BHMN khususnya dalam pembuatan alat ukur psikologi untuk assessment centre ITB.
1996-1998 Psikolog Balai Kesehatan Ananda Anyer, menangani pelayanan konsultasi, rekrutmen, seleksi, mutasi di lingkungan kawasan industri (kepabrikan) seperti Bakrie Pipe and Welding, Asahi Subentra, PENI dan beberapa anak perusahaan PT. Krakatau Steel.
1989 – 1994 Tim asesor dalam kegiatan rekrutmen dan seleksi PCPM Bank Indonesia di Kantor Pusat dan Kantor Cabang.
1992 Tim asesor dalam kegiatan penelitian 'Antenatal Care' di Kabupaten Bandung, Indramayu dan Pandeglang, kerjasama antara Biro Psikologi Persona dengan UNICEF dan BKKBN.
3. Suparwati Ingsih, M.T
2002 – 2005 Master, Teknik dan Manajemen Industri, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Bandung.
2005 – sekarang Koordinator bidang pelatihan UPT PMO ITB
2006 – sekarang Asisten ahli Program I-MHERE ITB bidang Pengembangan Sistem Manajemen SDM
2004 – 2005 Asisten ahli Direktorat Sumber Daya Manusia ITB
2004 Asisten ahli Program Percepatan Transformasi bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia
Proposal Pelatihan Pengembangan SIstem MSDM 5
UPT Pengembangan Manusia dan Organisasi ITB
Learn from the best to be the best
8. PENUTUP
Proposal ini masih sangat terbuka untuk didiskusikan sesuai dengan tindakan kebutuhan. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk turut berpartisipasi dalam pengembangan organisasi di Lingkungan Bapak/Ibu.
Bandung. 25 Oktober 2007
Kepala UPT. PMO ITB
Ir. Nia K Pontoh
NIP : 131 353 688 


(Nia Tussa'diah)

Ekonomi Makro

thumbnail
Ekonomi Makro

          Ekonomi Makro, mengkaji mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel yang juga berdampak atas beragam tindakan pemerintah tersebut, antara lain: pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional.
Ruang lingkup kajian ekonomi makro adalah usaha masyarakat dan pemerintah dalam mengelola faktor produksi secara efisien. Landasan kajian ekonomi makro adalah teori Keynes Ekonomi makro memusatkan perhatian pada usaha masyarakat sebagai satu kesatuan untuk melakukan efisiensi dalam menggunakan faktor-faktor produksi yang tersedia.
Aspek analisa ekonomi makro:
1. pendapatan nasional
2. neraca pambayaran dan kurs valuta asing
3. kesempatan kerja
4. inflasi
5. pengangguran
6. investasi
7. pertumbuhan ekonomi
8. suku bunga perkembangan pasar saham

macam-macam masalah dalam ekonomi makro :
1. kemiskinanan dan pemerataan
2. krisis nilai tukar
3. hutang luar negeri
4. perbankan, kredit macet
5. inflasi
6. pertumbuhan ekonomi
7. pengangguran

Berikut sebagian dari penjelasannya:
          Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan , pakaian , tempat berlindung dan air minum, hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup . Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Istilah “negara berkembang” biasanya digunakan untuk merujuk kepada negara-negara yang “miskin”.
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.

             inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat atau adanya ketidak lancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-mempengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator  Wed, 12/12/2007 - 9:16pm — godam64


A. Arti Definisi Dan Pengertian Pengangguran
Pengangguran adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 sampai 64 tahun) yang sedang mencari pekerjaan dan belum mendapatkannya. Orang yang tidak sedang mencari kerja contohnya seperti ibu rumah tangga, siswa sekolan smp, sma, mahasiswa perguruan tinggi, dan lain sebagainya yang karena sesuatu hal tidak/belum membutuhkan pekerjaan.

B. Rumus Menghitung Tingkat Pengangguran
Untuk mengukur tingkat pengangguran pada suatu wilayah bisa didapat dar prosentase membagi jumlah pengangguran dengan jumlah angkaran kerja.
Tingkat Pengangguran = Jml Yang Nganggur / Jml Angkatan Kerja x 100%

C. Jenis & Macam Pengangguran
1. Pengangguran Friksional / Frictional Unemployment
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.

2. Pengangguran Struktural / Structural Unemployment
Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.

3. Pengangguran Musiman / Seasonal Unemployment
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, tukan jualan duren yang menanti musim durian.

4. Pengangguran Siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.
Tambahan :
Pengangguran juga dapat dibedakan atas pengangguran sukarela (voluntary unemployment) dan dukalara (involuntary unemployment). Pengangguran suka rela adalah pengangguran yang menganggur untuk sementara waktu karna ingin mencari pekerjaan lain yang lebih baik. Sedangkan pengangguran duka lara adalah pengengguran yang menganggur karena sudah berusaha mencari pekerjaan namun belum berhasil

(Nia Tussa'diah)